Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri Binaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Jalani Sertifikasi RSPO

 

Petani afiliasi PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tbk. yang tergabung dalam asosiasi petani kelapa sawit mandiri melaksanakan proses sertifikasi RSPO.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama empat hari, sejak tanggal 18 September 2019, di dua desa yaitu Desa Kadipi Atas (KUD Karya Sari) dan Desa Sungai Rangit Jaya (Kelompok Tani Usaha Mandiri).

 

Hal ini karena SSMS menganggap bahwa Sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) tidak hanya ditujukan bagi perusahaan besar. Sehingga melalui program sertifikasi smallholder, SSMS berupaya mendorong petani sawit swadaya untuk mendapatkan sertifikasi RSPO.

 

Plt Head of Sustainability, Rudy Hendrarto menuturkan bahwa SSMS mulai mempersiapkan program sertifikasi ini sejak tahun 2017. Tujuan utama dari program ini yaitu mendorong pemberdayaan petani sawit dalam mengelola kebun kelapa sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

“Sejak tahun 2017, SSMS mulai menyiapkan program ini dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan kualitas dan produksi TBS. Sehingga pada akhirnya, program ini mampu memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan kepada para petani sawit,” ucap Rudy di Pangkalan Bun, pada Senin (23/09/2019).

 

Sejauh ini, SSMS telah berhasil merangkul 340 petani sawit yang berasal dari desa-desa di sekitar perusahaan. Secara bertahap, perusahaan telah mempersiapkan mereka untuk sertifikasi RSPO melalui pendampingan dan pembinaan teknis secara kontinue.

 

“Selama tahun 2018 kami telah melakukan sosialisasi kepada petani. Selain itu, kita juga menyediakan fasilitator untuk memberikan pelatihan-pelatihan terkait prinsip dan kriteria (P&C) RSPO menuju sertifikasi,” cetus Rudy

 

Disamping itu, petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Sawit Indonesia (APKASINDO), Widodo (49) menyambut baik adanya program sertifikasi RSPO.

 

“Sebagai petani kami sangat antusias terhadap program ini. Banyak dampak positif yang sudah kami rasakan, salah satunya bagaimana pentingnya pemakaian APD untuk keselamatan kerja,” ungkap Widodo

 

Ia juga berharap bahwa penilaian akhir sertifikasi RSPO ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan nilai sesuai dengan harapan. Sehingga mereka bisa menjadi petani yang tersertifikasi nantinya.

 

“Program ini juga membuat kami menjadi lebih tahu betapa pentingnya tata kelola kebun yang baik dan ramah lingkungan agar bisa terus berlanjut. Semoga proses penilaian sertifikasi ini berjalan lancar dan petani-petani yang mengikuti proses ini bisa mendapatkan nilai yang bagus, sehingga bisa lolos dan mendapatkan sertifikat RSPO tersebut,” tambahnya.