Deklarasi Komitmen, Desa Mekar Mulya Siap Mengikuti Program Sertifikasi RSPO Pekebun Swadaya Bersama SSMS

 

Desa Mekar Mulya telah mendeklarasikan komitmennya untuk ikut serta dalam program pendampingan sertifikasi The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pekebun swadaya PT Sawit Sumbermas Sarana, Tbk. (SSMS) pada Rabu, (05/08).

 

Deklarasi yang  berlangsung di Gedung Balai Desa tersebut dihadiri oleh Head of Sustainability SSMS Henky Satrio W, Manager Enviromental dan Biodiversity SSMS Andri Najiburrahman, Kepala Desa Mekar Mulya Herlangga Triatmaja H, Ketua BPD, Ketua BUMDes Mulya Jaya dan perwakilan pengurus Internal Control System (ICS) serta Tokoh Masyarakat Desa Mekar Mulya.

 

Dalam pertemuan tersebut, Henky mengungkapkan perusahaan akan mengambil peran dalam mendorong pekebun swadaya khususnya Desa Mekar Mulya untuk mendapatkan sertifikat RSPO. Henky berharap kerjasama ini tidak hanya sebatas mendapatkan sertifikasi RSPO saja, tapi bagaimana perusahaan bisa berkontribusi dalam peningkatan produktivitas hasil panen yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekebun swadaya itu sendiri. “Ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat standar minyak sawit berkelanjutan Indonesia. Nantinya, para pekebun swadaya yang terlibat dalam program ini dapat mengadopsi praktik- praktik terbaik pengelolaan kebun sawit yang ramah lingkungan dan lestari”, tambah Henky.

 

Manager Enviromental dan Biodiversity, Andri Najiburrahman juga menambahkan, dalam jangka panjang program pendampingan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk pekebun swadaya. Jadi nantinya kualitas produk antara pekebun swadaya dan perusahaan sama atau menyerupai. “Akan ada banyak manfaat bagi pekebun swadaya yang mengikuti program ini, diantaranya selain mendapatkan sertifikat produk internasional, pekebun juga mendapatkan harga premium dan premi dari penjualan minyak sawit yang bersertifikat melalui skema skema palm trace” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Mekar Mulya, Herlangga Triatmaja H menyampaikan, melalui program ini para pekebun dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas dalam mengelola kebun secara berkelanjutan. Dan harapannya, keikutsertaan pekebun Desa Mekar Mulya pada program sertifikasi ini bisa menjadi pioner bagi pekebun swadaya yang ada di Kabupaten Lamandau.

 

SSMS menargetkan luasan kebun yang akan disertifikasi tahap pertama akan mencapai 700 hektar dengan jumlah pekebun ± 100 orang. Dan tidak menutup kemungkinan, sertifikasi ditahap selanjutnya akan mengalami peningkatan.