SSMS Menciptakan Sinergi Positif Antara Peneliti dan Praktisi Perkebunan


Dalam rangka menjalankan prinsip-prinsip berkelanjutan, hal ini tentunya tidak terlepas dari komitmen PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) untuk menjaga keharmonisan antar sumber daya manusia dan juga lingkungan hidup di sekitar lokasi usaha perseroan. Keberlanjutan yang tentunya membuktikan komitmen penuh dari seluruh karyawan untuk menjalankan praktik usaha sesuai prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha, termasuk juga dalam kerja sama bersama antara peneliti dan praktisi Perkebunan.

 

Melalui sinergi ini, diharapkan akan tercipta satu visi yang sama baik peneliti dan praktisi perkebunan untuk bersama-sama mewujudkan goals Perseroan. Untuk mewujudkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam praktik bisnis Perseroan, Sulung Research Station (SRS) sebagai lini peneliti melakukan field day bersama dengan praktisi perkebunan terkait praktik pengelolaan terbaik untuk mendapatkan produktivitas optimal di lahan Perkebunan perusahaan.

 

Produksi merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai, namun terdapat banyak faktor yang mempengaruhi pencapaian produksi. Secara umum, salah satu fator yang mengakibatkan produksi tidak mencapai potensial progeninya adalah iklim dan tanah, hal ini akan mengakibatkan munculnya potensial produksi yang dapat dicapai pada kondisi iklim dan tanah tertentu yang sesuai dengan lingkungan Perkebunan SSMS (site yield potential).

 

Head Of Research (SRS) SSMS Fizrul Indra Lubis memaparkan bahwa, terdapat beberapa faktor pembatas produksi yang perlu diketahui bersama selain iklim dan tanah, seperti jenis tanah, bahan tanam, status hara, rekomendasi pemupukan serta management practice (panen, perawatan, aplikasi pupuk, konservasi tanah dan air, dll).

 

Menurut Fizrul, Mangement Practice memiliki pengaruh terbesar dalam pencapaian produksi kelapa sawit dengan persentase sekitar 20%. Faktor ini sangat dapat diperbaiki dengan pengelolaan serta perlakuan yang tepat dan baik. Untuk mengoptimalkan hal tersebut, SRS menyampaikan rekomendasi baik jangka pendek maupun jangka panjang kepada praktisi Perkebunan. Beberapa hal yang perlu untuk dilakukan yaitu aplikasi pupuk tepat waktu, tempat, dosis dan metode, senantiasa menjaga kelembaban tanah dengan melakukan selektif weeding dan konsistensi penyusunan pelepah, serta konsistensi melakukan tindakan konservasi tanah dan air dengan aplikasi bahan organik secara regular serta water management.

 

Dengan adanya sinergi positif yang dibangun antara peneliti dan praktisi perkebunan kelapa sawit milik SSMS, diharapkan bisa memberikan dampak positif pada peningkatan produktivitas tanaman dan lahan, pengolahan hasil produksi maupun kegiatan penunjang lainnya.