SSMS Targetkan 4 Unit Usaha Dapatkan Sertifikasi BHRISC (HAM) di tahun 2022

 

 

Tiga unit usaha PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) yakni PT Mitra Mendawai Sejati, PT Kalimantan Abadi dan PT Sawit Sumbermas Sarana kembali melakukan sertifikasi Internasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia ditahun 2021.

 

Proses audit eksternal yang dilaksanakan pada tanggal 20 - 24 September 2021 lalu dilakukan oleh badan sertifikasi independen yakni PT AJA Sertifikasi Indonesia dengan menggunakan standar Business and Human Rights International Standards for Certification 2011 (BHRISC 2011). Sebuah standar diakreditasi oleh The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST).

 

Berdasarkan uji yang dilakukan oleh PT AJA Sertifikasi, bahwa SSMS berkomitmen dalam memperhatikan hak-hak pekerja, tidak memperkerjakan tenaga kerja di bawah umur. Dan memperhatikan hak-hak perkerja untuk berserikat dan berkomitmen apabila terjadi sengketa maka perusahaan akan menyelesaikan dengan cara terbaik.

 

Dari hasil audit eksternal ini, terbukti bahwa tiga unit usaha SSMS secara kontinu berkomitmen untuk mengimplementasi standar BHRISC 2011 di setiap unit kerja dengan tidak ditemukannya ketidaksesuaian kategori Major.

 

Direktur Utama SSMS, Vallauthan Subraminam menjelaskan bahwa perusahaan bangga bisa mempertahankan kembali sertifikat Internasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia. SSMS menargetkan 4 unit usaha lainnya untuk disertifikasi ditahun 2022 mendatang. “Kami percaya bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang berkelanjutan dan menghormati hak asasi manusia sejalan dengan prinsip-prinsip panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia. Dan atas pencapaian ini, semoga dapat menjadi contoh perusahaan sawit dalam mengimplementasi penghormatan HAM sehingga dapat menepis kampanye-kampanye negatif sawit”.